Selasa, 08 Desember 2020

Model Bisnis Internet

Sejak  dulu  teknologi  sudah  ada  dan  manusia  sudah  menggunakan teknologi. Perkembangan teknologi  dapat  memberikan  banyak  kemudahan  dan  kenyamanan  bagi kehidupan umat manusia. Seiring  dengan  perkembangan  industri  internet  yang  sangat  pesat, hal ini ternyata mendorong perkembangan model bisnis internet menjadi sangat  beragam. Keanekaragaman modal bisnis  internet  ini  membuat banyak  peluang  dan  potensi  kepada siapapun yang  ingin  berkecimpung dalam  bisnis  online.

 

Model Bisnis Internet



Bisnis atau niaga adalah kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Menentukan model bisnis adalah hal penting sebelum merancang usaha Anda. Tanpanya, Anda akan kesulitan menentukan arah bisnis dan value yang ingin ditawarkan ke konsumen. Ini juga berlaku jika Anda ingin menjalankan bisnis secara online.


Perkembangan internet yang sangat pesat, membuat jumlah pengguna internet semakin meningkat. Industri perdagangan digital juga ikut berkembang, makanya website e- commerce terus bermunculan dan membuat bisnis online penuh dengan persaingan. Namun, di tengah perkembangan dunia digital, dunia e-commerce juga mengalami perkembangan. Sehingga jika kita berbicara mengenai e-commerce, maka kita tidak hanya membahas tentang toko online yang menjual produk atau jasa. Konsep e-commerce kini tidak sesederhana itu. Saat ini, website e-commerce sudah banyak sekali bermunculan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada umumnya terdapat beberapa jenis e-commerce. Oleh sebab itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan website e-commerce, maka Anda harus mempelajari terlebih dahulu macam-macam situs e-commerce yang ada.

 


Jenis-jenis model bisnis




1. B2B (Business to Business)


Model B2B fokus pada penyediaan produk dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Meskipun banyak bisnis ecommerce di area ini adalah penyedia jasa/layanan, Anda juga akan menemukan perusahaan software, perusahaan supplier dan pemasok perabot kantor, perusahaan hosting, dan berbagai model bisnis ecommerce lainnya dari sektor ini.


Konsumen dalam model bisnis B2B belum tentu merupakan end user dari barang atau layanan yang dibeli. Mereka bisa saja bertindak sebagai reseller dan menjualnya kembali ke konsumen lain. Oleh karena itu, Business to Business cenderung memiliki siklus penjualan yang panjang. Di samping itu, usaha pemasaran yang dibutuhkan untuk menarik minat konsumen B2B lebih berat dari model bisnis lainnya. Akan tetapi, keunggulan dari jenis ini adalah tingkat penjualan dan loyalitas pelanggan yang tinggi.

 

2. B2C (Business to Consumer)


Sektor ecommerce B2C (business to consumer) adalah model bisnis yang lazim dilakukan di pasar ecommerce. Bahkan sektor B2C adalah model bisnis yang selalu ada dipikiran orang saat mendengar kata ‘ecommerce’. Transaksi ecommerce B2C menyerupai model ritel tradisional, di mana bisnis menjual jasa/produk kepada individu, namun bisnis dijalankan dengan platform online alih-alih dengan toko fisik.


Berkebalikan dari B2B, model bisnis ini tidak membutuhkan usaha pemasaran yang  berat. Konsumen umumnya juga tidak membutuhkan waktu lama untuk ingin membeli dari bisnis Business to Consumer. Namun, kebanyakan konsumen B2C hanya mengecer. Selain itu, loyalitas konsumen dalam jenis ecommerce ini biasanya rendah.

 

3. C2C (Consumer to Consumer)


Model bisnis ecommerce ketiga adalah C2C (consumer to consumer), yang kemudian terbagi lagi menjadi dua model yaitu marketplace dan classifieds/P2P. Dalam kategori C2C e-commerce ini, konsumen individu dapat menjual maupun membeli produk dari konsumen lainnya. Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia merupakan beberapa contoh online marketplace yang paling dikenal di Indonesia. Selain melalui marketplace, kegiatan jual beli juga juga dapat dilakukan secara langsung antar individu, tanpa adanya termasuk dari pihak ketiga. Beberapa contoh platform dengan model bisnis ini adalah OLX, Kaskus, hingga melalui Instagram.

 

4. C2B (Consumer to Business)


Customer to business (C2B) adalah model bisnis dimana konsumen atau end-use menyediakan produk atau layanan ke perusahaan. Berkebalikan dengan C2C yang dagangannya berupa produk, pelaku C2B biasanya menawarkan jasa kepada konsumennya. Oleh karena itu, para pekerja freelance termasuk dalam model bisnis ini. Pelaku model bisnis Consumer to Business biasanya memasarkan jasanya menggunakan website. Namun, tidak sedikit juga yang bergantung pada situs listing layanan. Di Indonesia, contoh situs semacam ini di antaranya adalah Upwork dan Freelancer.

 


Google Adsense



AdSense adalah program periklanan berbasis CPC (cost-per-click) yang memungkinkan pemilik website mendapatkan penghasilan dari iklan yang terpasang. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik.


AdSense menampilkan iklan pada website berupa text, gambar dan video kepada pengunjung website sesuai dengan minat. Kerja dari Google AdSense adalah memanfaatkan cache dari browser pengguna untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan, nantinya iklan yang muncul akan sesuai dengan minat atau kebutuhan Anda.



EmoticonEmoticon